Selasa, 08 Januari 2013

HYUN BIN “BERAWAL DARI KATA SESUATU”


“INDONESIA SESUATU” ! ! !
         Perayaan HUT TNI kemarin yang ke-66 terasa lebih meriah. selain menampilkan berbagai peralatan perang, kehadiran aktor Korea Selatan, Hyun Bin di tengah-tengah kota Marinir Indonesia juga menjadi daya publik, padahal, keadaan tangan pria dengan nama asli Kim Tae Pyung ini bukan untuk jumpa penggemar, melainkan menjalankan tugas sebagai duta Industri Pertahanan Korea untuk Indonesia. Perannya sebagai duta ini karena dirinya tengah menjalani wajib militer yang akan berlangsung selama beberapa tahun kedepan.
           “Siapa sih yang nggak kenal Hyun bin aktor yang popular setelah membintangi serial Televisi si Secret Garden (2010) yang sering menjadi sorotan masyarakat, khususnya remaja putri, sejak dirinya tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tanggerang. Para remaja ini berteriak histeris memanggil namanya sambil mengancungkan poster bertuliskan “ welcome to Indonesia Hyun Bin”. Hyun Bin kembali memperlihatkan dirinya di hadapan ribuan orang yang memenuhi lapangan Bumi Marinir. Hyun Bin yang mengenakan seragam mariner Korea Selatan , naik ke atas panggung.
         “Saya datang atas perintah Menteri Pertahanan Korea Selatan. Apalagi sekarang hubungan Indonesia dan korea selatan sangat baik. Kesempatan ini untuk membuat hubungan ini menjadi lebih baik, “ ungkap Hyun Bin saat di tanyai seorang pembawa acara. Dalam kesempatan itu pula, setelah diajari sebentar oleh syahrini. Hyun Bin pun berhasil mengucapkan “ Indonesia Sesuatu”, meski dengan intonasi yang kaku. Woww ternyata Hyun Bin bisa berbahasa Indonesia juga ya !!!! nggak nyalahin juga sih, jika para penggemar meneriakin idolanya. . Sayangnya, kemunculan Hyun Bin dilayar Televisi berlangsung sangat singkat banget, hanya dalam 10 menit saja. Meski kelihatannya nggak begitu asyik tetapi, kejadian itu disiarkan secara langsung oleh salah satu stasiun televisi swasta.

 

MEMPERSIAPKAN KEBIJAKAN YANG KUAT UNTUK MENGOLAH SAMPAH


KEBERSIHAN
Sampah kerap menjadi persoalan di Bali. Tumpukan sampah lebih banyak di buang langsung ketempat pembuangan akhir. Pengolahan sampah belum banyak dikerjakan untuk mengurangi sampah yang terkumpul ditempat pembuangan akhir. Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Rasawari menjadi salah satu tempat yang mengolah aneka sampah yang masuk menjadi berbagai hal, sedikitnya ada empat hal hal dari sampah yang masuk dan bisa diolah di TPST ini. Pertama, sampah yang mudah membusuk, seperti bisa makanan, sayur, dan daun. Kedua, busa sintetis ( sytrofoam ) yang dipisahkan untuk di ambil oleh pabrik pengolahan bahan busa sintetis. Ketiga, sampah plastik kemasan cairan isi ulang. Sampah plastik jenis ini tidak mudah terurai dan tidak memiliki nilai ekonomis sehingga tidak dipungut oleh pemulung untuk dijual. Di TPST ini, sampah model ini diolah menjadi kerajinan, seperti tas, dompet, dan wadah lainnya. 
Adapun jenis sampah bernilai ekonomis adalah botol kaca, kemasan  plastik bekas air minum, dan aneka wadah lain. Sampah jenis ini bisa dijual untuk didaur ulang oleh pabrik tertentu. Pemisahan sampah menurut Direktur Eksekutif Indonesia Solid Waste Asociation( InSwA) Dini TRisyanti., belum menjadi kebiasaan warga. Salah satunya karena pengangkutan sampah dilakukan bersamaan dalam satu kendaraan. Selanjutnya sampah dikirim ketempat pembuangan akhir. “ kami juga harus memisahkan sampah yang masuk ke TPST ini menjadi empat jenis tersebut ” ujar Dini.
Dalam sehari 3-4 ton sampah yang masuk ke TPST. Dari jumlah itu 70% diantaranya bisa terolah dalam empat kelompok sampah itu. TPST ini juga menjadi tempat pembuktian plastik yang disebut mudah terurai. Kantong plastik yang terbuat dari singkong atau bahan kimia yang mudah terurai lainnya. Dalam kurun 2-4 bulan, kantong plastik itu seharusnya sudah terurai. Selain itu, ada pula kantong plastik yang dijemur untuk membuktikan bahwa jenis kantong plastic ini mudah lapuk bila terkena panas matahari.
Ketua Umum InSWa Sri Bebassari mengatakan, pihaknya sudah memberikan sertifikat kepada dua perusahaan pembuat kantong plastik ramah lingkungan yang mudah terurai. Kantong plastik jenis ini sudah digunakan lebih dari 95% perusahaan ritel modern di Indonesia. “ Kami juga mengampanyekan agar perusahaan ikut bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan dari produk mereka ” ujar Sri. Sebenarnya, tanggung jawab produsen atas sampah mereka ini sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah dan peraturan pemerintah Nomor 81 Tahun 2012. selain itu, peraturan juga mengharuskan masyarakat mengelola sampah yang dihasilkan. Namun, proses melibatkan peran serta seluruh pihak harus didukung dengan insentif dan disinsentif dari pemerintah. insentif bagi yang mengerjakan pengolahan sampah dan disisentif untuk yang tidak peduli terhadap sampah. mereka ini yang harus dipikirkan pemerintah untuk mengurai persoalan sampah yang kian menumpuk.
Karena itu, kesadaran untuk mengolah sampah seharusnya semakin luas. Jika kesadaran ini sudah jamak dimasyarakat, seharusnya tidak sulit untuk mengolah sampah di Jakarta yang jumlahnya kian banyak. Selain itu, sungai juga seharusnya kian bersih karena orang bisa memanfaatkan sampah yang dihasilkan dari rumah, toko , perusahaan, atau restoran.